Gugat KPU, Ketua Gerindra Gunungkidul Menang PTUN
Hukum & Kriminal

Gugat KPU, Ketua Gerindra Gunungkidul Menang PTUN

Banguntapan,(gunungkidul.sorot.co)--Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta mengabulkan gugatan politisi Partai Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono, yang sebelumnya dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul dari Daftar Caleg Tetap (DCT).

Sidang putusan digelar di PTUN Yogyakarta pada Senin (25/03/2019) siang dipimpin oleh Hakim Ketua Andriyani, serta hakim anggota Rahmi Afriza dan Kukuh Santiadi. Hadir dalam kesempatan tersebut Ngadiyono didampingi kuasa hukumnya Asman Semendawai dan Ramli.

Sedangkan dari pihak tergugat ada Siti Qomariyah (Komisi Hukum KPU DIY), Andang Nugroho (Divisi Teknis KPU Gunungkidul), serta Rochmad Qomarudin (Divisi Hukum KPU Gunungkidul).

Yang menjadi pokok pikiran hakim memutus menang bahwa terkait dengan wewenang mencoret adalah KPU RI,” ujar Kuasa Hukum Ngadiyono, Asman.

Selain itu, kata dia, pencabutan hak politik atas Ngadiyono juga tidak dibenarkan karena yang berwenang adalah pengadilan. 

KPU Gunungkidul selaku tergugat diminta mengembalikan hak Ngadiyono sebagai DCT DPRD Gunungkidul dalam keikutsertaannya pada Pemilu 2019.

Hakim juga memerintahkan KPU untuk merehabilitasi nama baik Ngadiyono. Sebagai tindak lanjutnya, hakim memberikan batas waktu maksimal 3 hari untuk KPU menjalankan putusan tersebut.

Sekedar diketahui, dicoretnya Ngadiyono dari DCT menyusul adanya putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Sleman karena pelanggaran kampanye. Ngadiyono kala itu terbukti bersalah atas pelanggaran Pemilu yaitu sebagai peserta dan atau tim kampanye Pemilu menggunakan fasilitas mobil dinas milik Sekretariat DPRD Gunungkidul sebagaimana dimaksud dalam Pasal 521 Jo. 280 ayat (1) huruf h Undang-Undang RI Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Pelanggaran kampanye itu dilakukan Ketua DPC Gerindra Gunungkidul saat ia menghadiri kampanye Prabowo yang bertempat di sebuah hotel di Jalan Magelang pada 28 November 2018 silam.