Cek Kesehatan, Tujuh Tahanan Anak Bermasalah
Sosial

Cek Kesehatan, Tujuh Tahanan Anak Bermasalah

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Tujuh tahanan anak atau anak didik lapas (Andikpas) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Yogyakarta mengalami masalah pada kesehatannya. Hal tersebut terungkap saat kegiatan pemeriksaan kesehatan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55, Senin (25/03/2019).

Kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh andikpas LPKA Yogyakarta berkerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik lengkap, khususnya pengecekan kesehatan mata, THT, dan gigi. Sejumlah 21 andikpas diperiksa kesehatan fisiknya dengan hasil 14 anak sehat dan 7 anak mengalami masalah kesehatan.

Tiga Andikpas (sakit) gigi, 2 (terkena) flu, 2 gatal. Sudah diatasi semua dengan diberi resep dokter dari Puskesmas Wonosari II,” ujar Kepala LPKA Yogyakarta, Teguh Suroso dalam rilis yang diterima sorot.co.

Dari hasil pengecekan tersebut, LPKA Yogyakarta berharap adanya kunjungan dokter secara berkala khususnya dokter gigi karena banyak masalah kesehatan gigi pada Andikpas. Selain itu, perlu ada sarana dan prasarana klinik yang lebih memadai bagi tahanan anak. 

Prinsip sehat masih bisa ngikuti kegiatan sekolah, pramuka , keagamaan dan giat lainnya,” ucap Teguh.

Diketahui, Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 yang dilaksanakan serempak seluruh Indonesia menyampaikan gerakan nasional (Gernas) pemenuhan hak identitas anak dalam rangka revitalisasi pemasyarakatan lewat telekonferensi.

Mewakili Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menyatakan bahwa perlu ada pendampingan dalam pemenuhan hak anak, khususnya yang berhadapan dengan hukum.

Kegiatan selanjutnya penyerahan secara simbolis Kartu Identias Anak (KIA) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh Kepala Dinas Dukcapil Gunungkidul kepada perwakilan andikpas LPKA Yogyakarta.

Dalam gerakan nasional itu, Kepala Disdikpora Gunungkidul mendapat pengharggaan dari Menteri Hukum dan HAM, Bapak Yasonna Laoly yang penyerahannya dilaksakanan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jakarta langsung.

Penghargaan terkait kepedulian memberikan pendidikan melalui SKB Gunungkidul kepada anak berhadapan dengan hukum,” pungkasnya.