Empat Kecamatan Masuk Kawasan Rawan Penyebaran Tuberkulosis
Sosial

Empat Kecamatan Masuk Kawasan Rawan Penyebaran Tuberkulosis

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Kecamatan Semanu menjadi salah satu kecamatan yang rawan terhadap penyebaran penyakit Tuberkulosis (TB). Selain Kecamatan Semanu, ada tiga kecamatan lain yang juga rawan penyebaran penyakit TB yaitu Wonosari, Karangmojo, dan Ponjong.

Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah mengatakan jumlah penderita TB di Kabupaten Gunungkidul cukup memprihatinkan, dimana pada tahun 2018 total ada 477 kasus TB di Bumi Handayani itu.

"Pada kenyataannya sudah ada 145 penderita TB sembuh. Sedangkan 320 orang sedang dalam masa pengobatan, empat orang putus berobat, dan ada 51 orang meninggal dunia karena terkena TB," beber Badingah, Selasa (26/03/2019) dalam acara puncak peringatan hari TBC sedunia di Kantor Kecamatan Semanu.

Lebih lanjut ia juga meminta masyarakat untuk aktif memeriksakan diri guna mencegah, mengendalikan, serta memberantas TB. Selain itu, keberadaan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) juga diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada para penderita TB. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengungkapkan jika ada seseorang yang positif terinfeksi Bakteri Tahan Asam (BTA) maka satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah harus diambil dahaknya guna dilakukan pemeriksaan. Hal ini karena penularan penyakit TB terjadi melalui udara, sehingga sangat mudah menular.

"Karena penularan TB melalui udara. Sementara ciri-ciri orang dengan BTA negatif adalah dahak pada si pasien lebih banyak air liurnya," ucapnya.

Lebih lanjut menurut Dewi, penyakit TB merupakan penyakit yang tidak mudah terdeteksi. Oleh karena itu Dinkes menganjurkan apabila seseorang batuk tidak kunjung sembuh dalam waktu dua minggu harus segera diperiksakan. Jika ternyata ditemukan yang bersangkutan terinfeksi TB maka ia perlu direrapi.

"Waktu terapi paling pendek yakni enam bulan," ucapnya.

Adapun upaya yang selama ini telah dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Gunungkidul untuk mengurangi jumlah penderita TB menurut Dewi diantaranya menyediakan obat-obatan di tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit. Selain itu, saat ini puskesmas juga sudah bisa memelakukan deteksi dini penyakit TB.