Pengadilan Negeri Wonosari Jadi Pelopor Pengadilan Inklusi di Yogyakarta
Hukum & Kriminal

Pengadilan Negeri Wonosari Jadi Pelopor Pengadilan Inklusi di Yogyakarta

Wonosari,(Gunungkidul.sorot.co)--Pengadilan Negeri (PN) Wonosari menjadi pengadilan pertama di DIY yang memberikan pelayanan inklusi bagi penyandang disabilitas. PN Wonosari bahkan telah melakukan perjanjian dengan Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab) Yogyakarta untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada penyandang disabilitas.

Sigab sendiri merupakan organisasi nirlaba yang bergerak untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Kerjasama ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan inklusi yang dimiliki oleh PN Wonosari.

"Untuk memastikan dan meyakinkan kepada kepada teman-teman inklusi, apakah yang sudah dilakukan Pengadilan Negeri Wonosari ini sudah memenuhi standar atau belum," ujar Ketua PN Wonosari, Husnul Khotimah, Senin (08/04/2019).

Dengan adanya perjanjian tersebut apabila nantinya ada sarana yang belum sesuai aturan, Husnul berharap Sigab dapat memberikan masukan. Selain Sarana, ke depan pelayanan publik di PN Wonosari juga akan disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas, termasuk proses persidangan. 

"Misalnya ada teman tunawicara, tentu butuh teman penerjemah. Penerjemah itu nanti kami dapatkan juga dari teman-teman Sigab," lanjut Husnul.

Nantinya, orang-orang yang bekerja di PN Wonosari juga akan diberikan pelatihan tentang bagaimana cara melayani penyandang disabilitas. Hal ini dinilai penting, sebab selama ini jumlah penyandang disabilitas yang dilayani oleh PN Wonosari cukup signifikan, mencapai 10 % dari seluruh masyarakat yang dilayani.

Direktur Sigab Yogyakarta, Suharto menyambut baik apa yang dilakukan PN Wonosari ini. Menurutnya, fasilitas inklusi yang dimiliki oleh PN Wonosari sudah cukup baik mulai dari sarana sampai pada pelayanan yang dimiliki.

Ia tidak menampik, beberapa bagian di Gedung PN Wonosari memang masih harus ditingkatkan lagi. Dengan adanya perjanjian ini, ia berharap aksesibilitas pelayanan di PN Wonosari akan senakin baik.

"Misalnya aksesibilitas gedungnya masih ada yang kurang bisa dibuat lebih akses lagi. Kemudian kita juga merencanakan ada pelatihan-pelatihan kepada hakim, kepada panitera, kepada staf peradilan supaya bisa memberikan layanan yang aksesibel kepada teman-teman difabel," ujar Suharto.

PN Wonosari juga telah mendapat perhatian khusus dari Mahkamah Agung terkait dengan layanan inklusi yang dimiliki. Karena itu, PN Wonosari dijadikan sebagai pilot project nasional untuk direplika oleh semua pengadilan di Indonesia.