Malu Bendera Rusak Parah, Pemuda Lakukan Aksi Damai
Peristiwa

Malu Bendera Rusak Parah, Pemuda Lakukan Aksi Damai

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Beberapa pemuda di Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan melakukan aksi penggantian bendera merah putih yang dipasang di balai desa setempat. Aksi tersebut mereka lakukan pada hari Senin (08/04/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Reporter sorot.co berhasil menemui beberapa pemuda yang ikut melakukan aksi tersebut, mereka adalah Alfian (29), Suharyanto (39), dan Dahlan (29), ketiganya adalah warga Padukuhan Mengger, Desa Karangasem.

Menurut ketiganya, aksi yang mereka lakukan dilatarbelakangi rasa prihatin karena bendera merah putih yang dipasang di Balai Desa Karangasem sudah rusak parah.

Jadi kami itu prihatin, sebuah kantor pemerintahan kok benderanya sudah ndak berbentuk, sudah sobek-sobek, warnanya juga sudah berubah. Jadi karena rasa nasionalisme, kami lakukan aksi damai tadi dengan mengganti bendera itu,” ujar Suharyanto Senin sore.

Mereka mengaku terpikir mengganti bendera tersebut secara spontan. Saat itu mereka baru pulang melayat dari rumah seorang warga yang berada tak jauh dari balai desa. Melihat kondisi bendera yang memprihatinkan, mereka akhirnya berinisiatif untuk patungan demi membeli bendera baru. 

Kan tadi banyak banget orang yang takziah, kami sebagai warga Karangasem malu, karena bendera itu kan lambang negara, kok kondisinya sampai seperti itu,” tambah Suharyanto.

Diutarakan oleh Alfian, bahwa mereka sebenarnya sudah mengingatkan pemerintah desa supaya mengganti bendera karena sudah tidak layak. Namun sampai mereka melakukan aksi tersebut, tidak pernah ada tanggapan serius dari pemerintah desa.

Saat melakukan penggantian bendera, menurut Alfian pemerintah desa sempat melarang dan mengaku akan mengganti sendiri. Namun karena sudah telanjur membeli bendera baru, akhirnya mereka tetap mengganti bendera lama tersebut dengan yang baru.

Sudah berkali-kali diingatkan, sampai bosan kami. Kalau kami berpikirnya positif saja, mungkin mereka terlalu sibuk sehingga tidak sempat ngurusin bendera,” pungkas Alfian diamini oleh teman-temannya yang lain.