Kampanye Akbar, Ribuan Pendukung Jokowi Amin Bakal Padati Ponjong
Politik

Kampanye Akbar, Ribuan Pendukung Jokowi Amin Bakal Padati Ponjong

Ponjong,(gunungkidul.sorot.co)--Partai koalisi pendukung capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo – Maruf Amin akan menggelar kampanye akbar di Lapangan Kecamatan Ponjong, Rabu (10/04/2019).

Ketua Tim Kampanye Kabupaten Koalisi Indonesia Kerja (TKK KIK) Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan, kampanye akbar tersebut akan dihadiri ribuan pendukung Jokowi - Maruf Amin.

Dari para kader PDI-P sendiri menurut Endah ada sekitar 3.500 massa yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya dalam kampanye akbar tersebut.

Dari seluruh parpol kita targetnya 10 ribu (massa),” ujar Endah Subekti, Selasa (09/04/2019).

Karena bertepatan dengan jadwal kampanye Jokowi di Solo, rencananya TKK KIK Gunungkidul akan menghadirkan tokoh nasional sebagai juru kampanye. Pihaknya mengaku telah mengajukan nama-nama ke pusat yang diminta hadir sebagai juru kampanye, namun sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban pasti. 

Yang akan hadir kalau dari internal kita yang jelas ada Pak Idham Samawi, itu jelas Jurkamnas dari DPP. Kemudian yang lain kayak kemarin menteri-menteri dan sebagainya kita belum tahu karena itu nanti TKD (Tim Kampanye Daerah) yang menentukan,” lanjut Endah.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan mengerahkan kader-kadernya untuk menghadiri kampanye akbar tersebut. Sebagaimana diketahui, Partai NasDem merupakan salah satu partai pengusung Jokowi-Maruf Amin dalam pilpres kali ini.

Kami akan mengerahkan 50 kader kami dari tiap kecamatan, nanti ditambah pengurus partai, jadi total dari NasDem sekitar 1.000 orang,” ujar Suparjo.

Dalam kampanye akbar nanti juga akan ada hiburan berupa dangdut dan pentas gedruk untuk ikut memeriahkan acara tersebut.

TKK KIK Gunungkidul mengimbau kepada seluruh massa kampanye yang akan hadir untuk selalu kondusif dan menjaga ketertiban antar partai pendukung maupun dengan partai non pendukung. Selain itu, seluruh massa juga dilarang untuk menggunakan knalpot blombongan, sesuai dengan instruksi dari kepolisian.