PPS dan PPK Sambatan Kebut Logistik Hingga Larut Malam
Politik

PPS dan PPK Sambatan Kebut Logistik Hingga Larut Malam

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Hari pemungutan suara semakin dekat. Berbagai persiapan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunungkidul, salah satunya menyiapkan logistik untuk keperluan pemilu.

Terlihat suasana yang berbeda di kantor KPU Gunungkidul beberapa hari terakhir ini. Puluhan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan beberapa anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari masing-masing kecamatan silih berganti datang ke KPU. Mereka  gotong-royong guna membantu KPU menyiapkan logistik untuk 17 April mendatang.

Dibawah tenda yang telah disediakan, mereka bertugas memasukkan lima jenis suara ke dalam sampul surat suara. Cuaca panas yang menelusup masuk ke dalam tenda tak lagi mereka hiraukan. Saking bersemangatnya, keringat sampai mengucur di muka dan badan mereka.

Para anggota PPS dan PPK ini mulai melakukan pekerjaan secara shift dari pukul 08.00 – 15.00 WIB dan 14.30  WIB sampai malam hari. Bahkan tak jarang sebagian dari mereka ada mengerjakan logistik hingga larut malam.

KPU Gunungkidul juga memberikan uang transport kepada mereka. Namun uang itu hanya cukup untuk diberikan kepada 10 - 15 pekerja saja perkecamatan, dengan nominal Rp 80 ribu perorangnya.

Namun demi rasa guyub rukun, setiap kecamatan mengirimkan lebih dari kuota yang disediakan. Misalnya saja Kecamatan Playen yang mengirimkan sebanyak 26 anggota PPS dan PPK untuk mengemban tugas tersebut.

Eliyan, Ketua PPK Kecamatan Playen mengatakan, bila hanya dikerjakan sesuai dengan kuota yang disediakan maka dipastikan akan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Lantaran hal kebijakan ini, mau tidak mau uang transport itu dibagi sesuai dengan jumlah PPS yang bekerja di setiap kecamatan.

Salah seorang anggota PPS asal Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Kartijo (66) menuturkan bahwa ia melakukan pekerjaan ini dengan senang hati. Ia menyadari hal ini merupakan salah satu tugas negara yang harus diselesaikan.

"Semuanya dilandasi ikhlas dan senang hati. Jadi rasa capek, payah, lelah teratasi karena kita gotong-royongnya di sini membantu KPU," ucap Kartijo, Rabu (10/04/2019).

"Bayaran atau tidak, kami tetap semangat. Karena ini hajat negara kita dan sudah tugas kita mensukseskan pemilu 17 April nanti," imbuhnya.

Semangat serupa juga ditunjukkan, Purwo (42) PPS Desa Wareng, Kecamatan Wonosari. Menurutnya, besar kecinya upah hasil mengerjakan logistik ini tidak menjadi soal. Sebab hal itu sudah menjadi tugasnya sebagi anggota PPS.