Soal Tanah dan Bangunan Eks Pengadilan, Kemenag dan Takmir Masjid Agung Sepakati Ini
Pemerintahan

Soal Tanah dan Bangunan Eks Pengadilan, Kemenag dan Takmir Masjid Agung Sepakati Ini

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyetujui permintaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul atas hibah tanah dan bangunan eks Pengadilan Agama (PA). Sebagai gantinya, Kemenag akan menyerahkan bangunan kantor di sisi utara untuk Takmir Masjid Agung Al Ikhlas.

Kesepakatan ini disampaikan dalam audiensi yang dilakukan oleh Kemenag dan Takmir Masjid Agung dengan Pemkab Gunungkidul di Ruang Rapat Bupati, Kamis (11/04/2019) siang.

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, Kepala Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah, Ketua Takmir Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, K.H Zamari, beserta sejumlah pejabat terkait.

Tanah dan bangunan eks PA awalnya memang diminta oleh Takmir Masjid Agung Al Ikhlas untuk digunakan sebagai perluasan lahan parkir. Dibantu oleh Pemkab Gunungkidul, pengurus takmir kemudian melakukan audiensi kepada Mahkamah Agung (MA) selaku pemilik aset.

MA pun akhirnya menyetujui permintaan Pemkab Gunungkidul, yang selanjutnya dilakukan penandatanganan serah terima Barang Milik Negara (BMN) pada pertengahan Maret lalu.

Kemenag kemudian meminta aset barang tersebut kepada Pemkab Gunungkidul. Namun karena akan digunakan sebagai lahan parkir, pemerintah menyarankan agar Kemenag bertemu langsung dengan pengurus takmir masjid.

Kesepakatannya eks PA diminta diserahkan ke Kemenag. Kantor Kemenag yang utara diserahkan ke takmir masjid untuk kepentingan masjid,” ucap K.H Zamari ditemui usai audiensi.

Dia menuturkan bahwa permintaan Kemenag didasari atas keperluan pelayanan kantor. Kemenag, kata dia, membutuhkan tanah dan bangunan eks PA agar pelayanan kantor bisa lebih baik tanpa harus terpisah. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini kantor Kemenag terpisah oleh lahan parkir Masjid Agung Al Ikhlas, sehingga terbagi menjadi dua, di sisi utara dan selatan. 

Sementara Kepala Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah membenarkan bahwa pihaknya ingin agar kantornya menjadi satu. Atas dasar itulah, Kemenag mengajukan permintaan atas tanah dan bangunan eks PA yang belum lama ini diterima Pemkab Gunungkidul.

Jika bisa dihibahkan ke Kemenag, kita akan renovasi untuk Pusat Layanan Terpadu Haji dan Umroh, sehingga bisa menyatu dengan Kantor Kemenag yang sudah ada di selatan,” ucap Aidi.

Adapun Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyerahkan sepenuhnya peruntukan tanah dan bangunan tersebut sesuai kesepakatan antara Kemenag dengan takmir masjid. Pemerintah akan menyiapkan kelengkapan berkas administrasi sebagai bentuk kesepakatan tertulis antara ketiga belah pihak.

Supaya legal formal, nanti dibuatkan kesepakatan formal oleh Pemda Gunungkidul supaya mengikat kepada semua pihak,” ucapnya.