Geliat Gumbolo Geni Gedruk Asal Wonosari, Semua Pemainnya Anak Muda
Budaya

Geliat Gumbolo Geni Gedruk Asal Wonosari, Semua Pemainnya Anak Muda

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kesenian di Kabupaten Gunungkidul sangat beragam, salah satunya adalah gedruk. Saat ini eksistensi gedruk tampak bergeliat kembali di tengah masyarakat Gunungkidul, dari orang-orang dewasa sampai anak muda.

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi kelestarian kesenian daerah. Gumbolo Geni Gedruk merupakan salah satu grup gedruk yang cukup eksis di Bumi Handayani, berasal dari Kalidadap, Desa Gari, Kecamatan Wonosari.

Kami pertama terbentuk sejak tahun 2014,” ujar Lutfian Candra Pradana (20), Ketua Grup Gumbolo Geni Gedruk, Rabu (10/04/2019) setelah mengisi di acara kampanye akbar Jokowi di Kecamatan Ponjong.

Yang semakin menarik, grup gedruk ini diisi oleh 8 personil terdiri dari satu perempuan dan sisanya laki-laki yang semuanya merupakan anak-anak muda berusia rata-rata 20 tahunan. Di saat kebanyakan anak muda seusia mereka lebih menggemari budaya modern dari luar, mereka justru setia menekuni kesenian gedruk. 

Selain memang suka, kami juga ingin melestarikan budaya kita, biar berkembang, nggak punah,” pemuda yang akrab di sapa Candra itu.

Candra dan teman-temannya mengungkapkan jatuh cinta dengan gedruk karena kesenian yang satu ini sangat kaya kreasi. Selain gerakan-gerakan yang atraktif dan tidak monoton, kostum yang dikenakan oleh para pemain gedruk juga sangat kaya dengan berbagai aksesoris yang melambangkan kegagahan.

Sejak berdiri sampai sekarang, tidak ada pelatih khusus yang membimbing mereka. Para pemuda ini berlatih secara otodidak dengan mengandalkan video-video di Youtube. Dalam satu kali pentas, tarif mereka juga terbilang sangat terjangkau, hanya di kisaran Rp 300 ribu sekali pentas, tergantung jarak lokasinya.

Biasanya sebulan rata-rata pentas tiga kali, biasanya ya diacara-acara keluarga kayak nikahan sama supitan,” ujar Candra sembari mengelap peluh di dahinya.

Diutarakan, di Gunungkidul saat ini sudah semakin banyak penggemar gedruk. Setiap mereka pentas, masyarakat yang datang untuk menonton bisa dipastikan selalu melimpah ruah. Selain tingginya antusiasme masyarakat, grup-grup gedruk juga sudah mulai bermunculan, hal ini menurutnya merupakan kabar yang menggembirakan untuk dunia kesenian di Gunungkidul.

Ya semoga masyarakat ke depan akan semakin mencintai gedruk, sehingga bisa melestarikan gedruk. Ya kalau bukan kita anak-anak muda, siapa lagi yang mau melestarikan kesenian kita?” pungkasnya.