Sajian Khas Soto Bathok, Memanjakan Lidah di Tepi Telaga Jonge
Kuliner

Sajian Khas Soto Bathok, Memanjakan Lidah di Tepi Telaga Jonge

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Bagi pecinta kuliner soto, soto bathok milik Bu Wasidah (40) yang ada di Pasar Digital Telaga Jonge, Padukuhan Jonge, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu bisa menjadi salah satu alternatif yang wajib dicicipi. Seperti namanya, sajian soto Bu Wasidah memakai bathok kelapa untuk mengganti mangkuk soto sebagai tempat hidangan.

Zaman dulu kan pernah ada pakai bathok, khasnya orang-orang tradisional dulu. Jadi pengin melestarikan lah, kan unik juga,” ujar Bu Wasidah, Sabtu (13/04/2019) disela berjualan.

Tanpa bumbu tambahan, soto buatan Bu Wasidah ini sudah lezat dan gurih. Racikan rempah-rempah yang dijadikan bumbu benar-benar terasa ketika suapan pertama menyentuh lidah. Pengunjung juga bisa menambahkan sambal, kecap, atau jeruk nipis sesuai dengan seleranya. 

Suasana yang ada di Telaga Jonge juga sangat mendukung untuk menikmati soto bathok Bu Wasidah ini. Udara yang sejuk karena rimbunan pepohonan di sekitar telaga, serta panorama Telaga Jonge yang damai bisa membuat setiap pengunjung melepas penat hiruk pikuk kota dan pekerjaan yang memenatkan.

Biasanya sih yang sudah nyoba pasti ke sini lagi, ketagihan. Kebanyakan katanya karena rasanya enak gitu,” lanjut Wasidah.

Menurut Wasidah tidak ada bumbu khusus atau resep rahasia yang dia miliki. Baik bumbu maupun proses pembuatannya hampir sama persis dengan pembuatan soto pada umumnya. Sebelum membuka warung sendiri bersama suaminya, Wasidah memang sempat beberapa tahun bekerja di warung soto, dari tempat itulah keahliannya meracik soto terus diasah.

Harga satu porsi soto bathok Bu Wasidah ini juga sangat terjangkau. Untuk bisa menikmatinya, kita hanya perlu membayarnya dengan tiga keping koin kayu, dimana satu kepingnya bisa kita beli dengan harga Rp 2 ribu.

Perlu diketahui, bahwa sistem pembayaran di Pasar Digital Telaga Jonge dilakukan menggunakan koin kayu sebagai media dalam transaksi jual beli. Di pintu masuk pasar, nanti akan ada petugas yang menjual koin kayu, koin kayu inilah yang nantinya digunakan untuk membeli berbagai kuliner di Pasar Digital Telaga Jonge. Tapi sistem tersebut berlaku hanya untuk hari Sabtu, Minggu, dan tanggal merah saja, di luar tiga hari itu transaksi dilakukan seperti biasa.

Untuk bisa menikmati soto Bathok Bu Wasidah ini, kedainya buka dari pukul 08.00 WIB sampai Maghrib. Sudah seminggu ini ia juga mencoba membuka warungnya di hari-hari biasa, bukan hanya hari libur dan akhir pekan saja.

Satu hari kalau pas ramai, kalau Minggu gitu, biasanya ya keuntungannya sekitar Rp 500 ribu, modal Rp 500 ribu, dapatnya Rp 1 juta. Kalau hari biasa ya sekitar Rp 200 ribu, itu untuk soto saja,” pungkas ibu dari dua anak itu.