Malam Takbir Momentum Penjual Lampion Raup Untung Jutaan
Ekonomi

Malam Takbir Momentum Penjual Lampion Raup Untung Jutaan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kementerian Agama telah menetapkan tanggal 1 Syawal 1440 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada esok hari tanggal 05 Juni 2019. Kabar tersebut disambut baik penjual lampion untuk meraup keuntungan menjelang malam takbir.

Terlihat penjual lampion telah mulai berjualan di sekitaran Bundaran PLN Wonosari. Banyak jenis lampion yang ditawarkan mulai dari lampion berbahan sterofoam berbagai bentuk kartun hingga lampion berbahan kertas warna.

Sulistiyawan, penjual lampion asal Desa Banaran, Kecamatan Playen mengaku lampion yang dijualnya mulai diburu pembeli yang melintas dari arah bundaran PLN Wonosari menuju Taman Bunga maupun sebaliknya.

"Ramainya mulai kemarin siang sampai malam, sore sebelum takbiran lebih ramai lagi," katanya, Selasa (04/06/2019).

Sulistiyawan memilih bahan sterofoam dalam pembuatan lampion. Menurutnya, sterofoam lebih mudah pada proses produksi sehingga dapat diolah menjadi banyak kartun karakter. Dengan banyak jenis pilihan karakter terbukti mampu menarik pembeli yang mayoritas anak-anak. 

Sejak Senin sore (03/06) kemarin Sulistiyawan mampu mengantongi Rp 300 ribu dari hasil penjualan lampion. Dimungkinkan sebelum malam takbir nanti omzet meningkat Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Lampion yang ia buat sendiri dari bahan sterofoam satu buah dijual seharga Rp 25 ribu.

Sulistiyawan bercerita, semenjak area berjualan lampion yang sebelumnya di timur Pemkab Gunungkidul dilarang untuk berjualan, penghasilan yang didapatkan makin menurun.

"Dulu jualan di timur Pemkab masih lumayan, karena depannya bisa buat parkir mobil, dekat lampu merah juga jadi yang lewat bisa sekalian beli, sekarang agak menurun jualannya," ujarnya.

Lampion yang tidak habis dijual nantinya akan disimpan kembali untuk persediaan malam takbir tahun depan. (hafied)