Nanggap Reog Hingga Wayangan, Syawalan Ala Warga Mundon Tetap Nguri - uri Tradisi
Budaya

Nanggap Reog Hingga Wayangan, Syawalan Ala Warga Mundon Tetap Nguri - uri Tradisi

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Sebagai wujud rasa syukur atas kemenangan menjalankan bulan suci Ramadhan, ada satu tradisi masyarakat yang tidak bisa ditinggalkan. Momentum itu disebut tradisi syawalan.

Seperti halnya dilakukan masyarakat Padukuhan Mundon, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri mereka menggelar berbagai kegiatan yang tidak meninggalkan adat dan budaya Jawa. Kegiatan yang sekaligus diselingi halal bihalal dihadiri seluruh unsur lapisan masyarakat.

Penasehat kegiatan syawalan Padukuhan Mundon, Yunanto Andang mengatakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun tetap mengusung budaya dan kesenian Jawa agar tetap lestari.

"Agenda halal bihalal di kampung kami rutin dilaksanakan dengan inovasi pelaksanaan maupun acaranya tetap dengan nguri-uri budaya Jawa melaksanakan seni tradisional," ujar Yunanto Andang, Sabtu (08/06) malam.

Yunanto menambahkan, kesuksesan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tidak terlepas dari peran pemuda dan pemudi perantauan. Disisi lain dengan adanya kegiatan syawalan dapat mempererat tali silaturahmi antar warga yang berada di kampung dengan warga yang mengadu nasib di perantauan. 

"Untuk mempererat tali silaturahmi dari warga yang di kampung dengan perantauan sehingga semakin kompak dan saling berpikir untuk kemajuan kampung halaman," ucapnya.

Acara dimulai pada siang hari dengan penampilan pertunjukan kesenian Reog. Kegiatan berlanjut malam hari campursari dan pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Purwanto dari Sukoharjo dengan lakon Wahyu Kamulyan Sejati.

"Tahun depan semoga lebih meriah, berkesan dan makin kompak serta semangat dalam membangun desa," harap Yunanto. (hafied)