Petani Nekat Ngutang Bank Demi Punya Sapi untuk Tabungan
Ekonomi

Petani Nekat Ngutang Bank Demi Punya Sapi untuk Tabungan

Rongkop,(gunungkidul.sorot.co)--Ada kebiasaan unik yang kerap dilakoni warga Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop. Sebagian petani di sana nekat berhutang ke bank demi memelihara sapi untuk tabungan keluarga.

Hal itu diakui oleh Karno, warga Padukuhan Kayangan, Desa Pringombo. Menurut dia, kebiasaan ngutang bank sudah berlangsung sejak lama. Hal itu terpaksa dilakukan sebagian petani karena mereka tidak mampu jika harus beli cash dari kantong sendiri.

Hal itu salah satunya juga dipicu adanya melimpahnya hijauan pakan ternak ketika musim hujan. Maka dari itu lantaran sayang ketimbang jual pakan, petani memilih ngutang bank untuk membeli sapi.

Sudah biasa di sini ngutang bank untuk penggemukan sapi. Biasanya pada ngambil jangka 10 bulan lunas,” ucap Karno, Selasa (11/06/2019).

Seperti petani lainnya, Karno sendiri juga memanfaatkan program bank untuk berhutang senilai puluhan juta rupiah untuk penggemukan 2 ekor sapi. Ia memilih ikut program tersebut karena dinilai masih menguntungkan petani. 

Biasanya warga ngutang pas akhir tahun, atau pas ada hujan, jadi ada stok pakan di ladang. Lalu jualnya besok pas musim hari raya kurban,” beber dia.

Saya ngambil (hutang) 25 juta beli sapi 2 ekor. Itung-itungan saya besok pas dijual bisa laku 30 - 35 juta. Kalau di sini bank plecit setahu saya jarang ada,” bebernya.

Untuk perawatan ternak sapi, warga umumnya mengkombinasikan antara hijauan pakan dengan polar atau gaplek untuk komboran (minum) ternak. Sebab jika tidak divariasi dengan komboran, maka petani akan merugi.

Pola pemeliharaan sapi seperti itu dinilai efektif saat musim kemarau berlangsung dimana hijauan pakan ternak lebih sulit dicari. Hal itu wajar karena petani setempat hanya memiliki lahan pertanian berupa ladang tadah hujan.