Sidang Sengketa Pemilu, Warga Nahdliyin Dihimbau Tak Ikut ke Jakarta
Sosial

Sidang Sengketa Pemilu, Warga Nahdliyin Dihimbau Tak Ikut ke Jakarta

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul mengimbau warga NU atau yang biasa disebut Nahdliyin untuk tidak datang ke DKI Jakarta mengikuti sidang sengketa Pemilu. Warga Nadhliyin di Kabupaten Gunungkidul diminta untuk tetap beraktivitas seperti biasa.

Kabar pengerahan massa ke Jakarta dari daerah-daerah termasuk Gunungkidul santer terdengar, menjelang sidang perdana sengketa Pemilu 2019 yang digelar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat, 14 Mei mendatang. Menyikapi hal tersebut, PCNU Kabupaten Gunungkidul mengimbau agar masyarakat Gunungkidul khususnya warga Nahdliyin tak ikut mengawal sidang tersebut.

Gejala akan adanya gerakan massa untuk ke Jakarta terkait sidang dengan materi sengketa Pemilu 2019, PCNU menghimbau warga NU agar tidak terpengaruh dengan ajakan dan provokasi yang mengerahkan kehadiran massa tersebut di Jakarta,” ujar Ketua PCNU Gunungkidul, Arief Gunadi kepada sorot.co, Selasa (11/06/2019).

Arief menilai bahwa MK tidak akan mungkin terpengaruhi hanya karena hadirnya massa di area sidang. Sebab MK, kata Arief, adalah lembaga independen yang sistem kerjanya sudah diatur oleh undang-undang. 

Lebih lanjut, dia mengatakan kehadiran massa di area MK hanya akan menambah beban kepolisian untuk mengamankan massa dan memperkeruh situasi. Oleh karenanya, Nahdliyin diimbau agar terus beraktivitas sesuai pekerjaannya masing-masing.

Kita taati aturan dan kita tunggu hasil dari sidang MK semoga yang terbaik untuk masyarakat dan bangsa,” ucapnya.