Tiga Sapi Positif Antraks, Pemerintah Kebut Vaksinasi Rampung Sebelum Idul Adha
Peristiwa

Tiga Sapi Positif Antraks, Pemerintah Kebut Vaksinasi Rampung Sebelum Idul Adha

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Pasca kematian sapi milik Jumiyo warga Padukuhan Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo pada Kamis (27/06) lalu, pemerintah terus berupaya agar penyakit antraks tak meluas di Kabupaten Gunungkidul.

Bambang Wisnu Broto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengatakan,sampai sekarang pihaknya belum menerima hasil laboratorium dari Balai Besar Veteriner Wates. Maka dari itu, ia belum dapat menginformasikan sapi mati milik Jumiyo positif atau tidaknya terpapar antraks.

Sejak kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul menjadi perbincangan hangat, sedikitnya sudah ada tiga sapi milik warga yang positif terjangkit penyakit antraks.

" Tetep yang semula hasilnya, 3 (positif antraks) tidak ada tambahkan. hasil lab sapi Jumiyo yang mati terakhir belum keluar," ujar Bambang, Jumat (05/07/2019).

"Kalau punya Pak Jumiyo yang mati induk sama anaknya. Yang terpapar hanya di Grogol 4, yang lain sementara ini tidak ada," imbuhnya.

Meskipun demikian, pihaknya terus melakukan vaksinasi ke ratusan ternak milik warga. Sebanyak 839 sapi, 1.852 kambing dan 30 domba akan mendapatkan jatah vaksin dari pemerintah. Hewan ternak tersebut tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Karangmojo dan Wonosari.

Berdasarkan data dinas hingga Rabu (03/07) ada sebanyak 442 ekor sapi, 930 kambing dan 1 domba telah divaksin.

"Ditargetkan selesai vaksin seminggu dua minggu ini, sebelum Idul Adha kita harapkan sudah rampung," pungkasnya.