Derita Sekolah Swasta Kurang Murid, Setahun Hanya Luluskan Tiga Siswa
Pendidikan

Derita Sekolah Swasta Kurang Murid, Setahun Hanya Luluskan Tiga Siswa

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020 berbagai dinamika dirasakan, termasuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah swasta. Beberapa waktu belakangan ini, nasib sekolah swasta ibarat diujung tanduk karena kurang diminati calon siswa.

Seperti pemandangan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 2 Wonosari yang berada disamping Balai Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, masa PPDB tidak begitu ramai seperti di sekolah negeri. Terlihat ruang PPDB tampak sepi.

Bahkan petugas PPDB sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1977 itu rela mendatangi sekolah negeri sembari menunggu pengumuman PPDB online untuk menawarkan calon siswa yang nilainya diambang batas degradasi.

Mimpi penerapan sistem PPDB zonasi akan berdampak baik pada jumlah siswa yang mendaftar ke sekolah swasta. Namun kenyataanya SMP 2 Muhammadiyah Wonosari hingga Kamis (04/07) baru ada 3 siswa yang mendaftar.

SMP Muhammadiyah 2 Wonosari di tahun ajaran 2018/2019 tercatat hanya menerima empat murid, sedangkan tahun lalu meluluskan tiga siswa saja.

Atas keprihatinan itu, upaya menarik minat calon siswa untuk masuk SMP Muhammadiyah 2 Wonosari telah dilakukan dengan tidak memungut uang pangkal dan bangunan. Bahkan SPP dan seragam turut digratiskan.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Wonosari, Sri Nanik mangatakan meski sedikit yang mendaftar, pihaknya tetap membuka pendaftaran hingga rombongan belajar (rombel) yang dibuka satu kelas penuh.

"Jadi pembukaan dibuka terus, ketentuannya kan kalau belum penuh tetap bisa diterima," ucapnya, Kamis (04/07/2019).

Nanik berharap sekolah yang ia pimpin pasca pengumuman PPDB online akan diminati siswa yang tak lolos di sekolah negeri. 

"Mengingat dengan sistem zonasi ini tak ada pilihan kedua dan seterusnya, sehingga bagi para siswa yang tak lolos, tentu akan berpaling ke sekolah swasta," jelasnya.