Musim Panen Ketela, Petani Mengeluh Hasil Anjlok
Peristiwa

Musim Panen Ketela, Petani Mengeluh Hasil Anjlok

Tanjungsari,(gunungkidul.sorot.co)--Sejumlah petani di Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari kini tengah sibuk memanen tanaman ketela pohon. Sayang sebagian dari mereka mengeluh karena hasil panen kali ini mengalami penurunan.

Seperti dialami petani asal Padukuhan Guyangan, Desa Kemiri, Rameyanto. Hasil panen ketela miliknya di lahan seluas sekitar 1 hektare tahun ini menurun. Salah satu sebabnya yakni kurangnya air hujan saat masa tanam berlangsung.

Tahun kemarin dapat sekitar 3 ton, sekarang mungkin hanya sekitar 1,5 ton. Jenisnya ketela gatotkaca, ya karena lebih gede-gede dan panjang,” ujarnya, Minggu (08/06/2019).

Petani yang juga nyambi sopir truk itu mengaku tetap bersyukur meski hasil panen ketela saat ini menurun. Sebab panen ketela kali ini lebih baik ketimbang panen padi dan kacang tanah beberapa bulan silam yang dinilai parah alias gagal panen. 

Kurang air. Jadi pas tandur (ditanam) sekitar bulan Maret, tiba-tiba hujan menghilang. Bisa dibilang gagal total jadinya,” tandas Rameyanto.

Rencananya ia bakal menjual hasil panen ketela kepada pengepul di wilayah Kecamatan Wonosari dengan harga Rp 2.500/kilogram. Harga tersebut dirasa sedang dan tidak begitu merugikan petani.

Pas dijual harus benar-benar kering sempurna. Lama penjemuran antara 5 – 7 hari, kalau panasnya bagus,” pungkasnya.