Rajin Kumandangkan Adzan, Tukang Loper Koran Dapat Hadiah Berangkat Haji Gratis
Sosial

Rajin Kumandangkan Adzan, Tukang Loper Koran Dapat Hadiah Berangkat Haji Gratis

Karangmojo,(gunungkidul.sorot.co)--Nasib baik memang berpihak pada hamba-Nya yang taat. Seperti halnya Muh Hisyam (54), yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran, akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah secara gratis. Dia dibiayai pergi ke Tanah Suci karena begitu rajin mengumandangkan adzan.

Kakek yang akrab disapa Hisyam ini memang bukan datang dari keluarga yang mampu. Berjualan koran sejak tahun 1993, kehidupannya dibangun dengan penuh kerja keras. Disela bekerja dimana saat waktu salat tiba, Hisyam memang selalu mengutamakan datang ke masjid lebih awal.

Suatu ketika di Masjid Al-Mufarriduun, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, tempat dia sering menjalankan salat, muadzin atau orang yang bertugas adzan sedang berhalangan. Dia pun mengumandangkan adzan karena waktu salat telah tiba. Setelahnya, Hisyam pun kerap adzan secara bergantian dengan muadzin di sana.

Saya dulu saat waktu adzan memang selalu datang ke masjid. Kebetulan yang adzan pas tidak bisa jadi saya gantikan tapi jadi lebih sering adzan,” kata warga Padukuhan Ngrombo I, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, itu menggunakan bahasa Jawa, Minggu (07/07/2019) siang.

Mendengar suara adzannya yang bagus, Hisyam pun ditawari untuk dikursuskan adzan oleh pengurus masjid setempat. Dia pun mau hingga akhirnya didaftarkan untuk ikut lomba pada 2002. Tak disangka, Hisyam pun mampu juara di tingkat kabupaten sampai terpilih menjadi wakil DIY di tingkat nasional. Di level nasional pun, Hisyam mampu menempati posisi empat besar. 

Setelah itu saya ditawari jadi muadzin tetap Masjid Mufarriduun, ya saya sanggupi,” sambungnya.

Singkat cerita, pada 2011, salah seorang pengurus masjid menawari Hisyam untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci secara gratis. Dia pun kaget bukan kepalang, karena tawaran itu datang begitu mengejutkan.

Pas abis Subuh mau berangkat ngontel jualan koran. Saya ditemui. Kamu saya berangkatkan haji mau tidak? Lha saya kaget. Bilangnya, saya tidak memandang amalannya yang gimana-gimana, itu soal keyakinan, saya percaya kamu. Tapi tanya sama istri dan orangtua kamu dulu, boleh atau tidak,” kenang Hisyam menirukan sepasang suami-istri yang menawarkannya itu.

Orangnya tidak mau disebut namanya, itu pesennya,” imbuh bapak tiga anak ini.

Setelah berkonsultasi dengan istri dan orangtuanya, Hisyam pun menemui kedua sepasang suami-istri yang menawarkannya itu. Dia pun mengaku dapat restu. Akhirnya Hisyam pun didaftarkan haji dan dibiayai gratis pada 2011.

Kakek yang sekarang telah pindah menjadi marbot Masjid Jannatun Naim, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, tahun ini direncakanan akan berangkat ke Mekah bersama jamaah haji lainnya dari Kabupaten Gunungkidul. Segala persiapan sudah dilakukan Hisyam, baik kesehatan maupun perlengkapan yang dibutuhkan. Dia pun memohon doa agar perjalanannya diberikan kelancaran dan keberkahan.