Pemerintah Kukuhkan Tim Pengawasan Orang Asing
Peristiwa

Pemerintah Kukuhkan Tim Pengawasan Orang Asing

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Keberadaan obyek wisata alam maupun situs sejarah menjadi daya tarik Kabupaten Gunungkidul. Oleh karenanya tak heran bila Gunungkidul kini favorit sebagai daerah tujuan orang asing dengan berbagai kepentingan.

Arus keberadaan orang asing di Kabupaten Gunungkidul memerlukan pengawasan untuk menghindari pelanggaran keimigrasian maupun pelanggaran hukum.

Menunjuk pada data jumlah orang asing Wilayah Kantor Imigrasi Yogyakarta pada bulan Juni 2019 terdapat 254 orang asing izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas selama satu tahun sebanyak 178 orang dan izin tinggal tetap sebanyak 2 orang asing. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul sudah ada 3 orang yang menikah dengan orang asing.

Untuk itu Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Yogyakarta melakukan Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat Kecamatan di Gunungkidul.

Pengukuhan Timpora Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 15 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul beserta unsur Kepolisian dan TNI berjumlah 54 anggota di Bangsal Sewoko Projo, Selasa (09/07/2019).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY, Krismono menjelaskan, seiring menggeliatnya sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul pihaknya yakin kedepan ini banyak orang asing yang datang ke Gunungkidul.

Karena Gunungkidul itu daerah yang menjadi idola. Kalau di Jakarta ada Bogor, di Jogja ada Gunungkidul, ujarnya.

"Kordinasi dan kerjasama antar instansi harus dapat diperkuat dan dipererat untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan tantangan," tutur Krismono.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul menyambut baik atas dikukuhkannya Timpora tingkat Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Ia berharap adanya Timpora dapat memudahkan koordinasi dalam kegiatan pengawasan dalam rangka menciptakan kondusifitas dan kenyamanan bersama.

"Pengawasan orang asing bukan berarti adanya kecurigaan yang berlebihan terhadap orang asing di wilayah kita. Tapi justru bentuk perhatian yang lebih untuk mendukung terciptanya kondusifitas wilayah dan kenyamanan," tutur Badingah.