Ribuan Hektar Lahan Padi Gagal Panen, Gedangsari Terparah
Ekonomi

Ribuan Hektar Lahan Padi Gagal Panen, Gedangsari Terparah

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Memasuki musim kemarau, ribuan hektar sawah milik petani di Kabupaten Gunungkidul mengalami puso atau gagal panen.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, pada musim tanam kedua tahun ini jumlah luas tanam padi mencapai 8.735 hektar. Tanaman padi tersebut mulai ditanam petani dari Bulan Maret sampai dengan Mei 2019. Sedangkan kekeringan telah terjadi terjadi pada akhir bulan April sampai dengan Mei 2019. Akibatnya sebagian tanaman yang berumur kurang dari 2 bulan mengalami puso karena kekeringan.

Dari data yang dihimpunnya di lapangan, total lahan yang terkena puso mencapai 1.918 hektar. Dengan rincian Kecamatan Gendangsari 860 hektar, Patuk 154 hektar, Ponjong 10 hektar, Girisubo 5 hektar, Playen 50 hektar, Wonosari 2 hektar, Karangmojo 47 hektar, Semin 505 hektar, dan Ngawen 285 hektar.

Merujuk data tersebut, Gedangsari menjadi kecamatan dengan lahan puso terluas dibanding kecamatan lainnya.

Untuk itu pemerintah terus melakukan pemantauan kekeringan dan produksi padi pada musim tanam kedua ini. Pemerintah juga memberikan bantuan benih kompensasi untuk ditanam di musim tanam pertama tahun 2019/2020.

"Kami diberi benih padi dari BPTP sekitar 4.750 kilogram, sudah ada di gudang kita. Tapi tidak bisa ditanam sekarang, karena sumber air sudah kering. Diberikan ke warga pada musim hujan pertama," kata Bambang Wisnu Broto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rabu (10/07/2019).

Selain itu pihaknya juga turut mendistribusikan pompa dan peralatan untuk para petani Gunungkidul. 

"Kami juga dibantu BMKG, teman-teman kami 18 orang mewakili kecamatan masing-masing dan petugas hama penyakit 8 orang dilatih untuk Sekolah Lapangan Iklim (SLI)," imbuhnya.