Bangun RTLH Modal Swadaya, Hantarkan Seorang Ibu Maju Lomba Tingkat DIY
Sosial

Bangun RTLH Modal Swadaya, Hantarkan Seorang Ibu Maju Lomba Tingkat DIY

Tanjungsari,(gunungkidul.sorot.co)--Erna Setyowati (41), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tanjungsari dalam memperjuangkan pilar sosial di daerah kerjanya kini mulai menuai hasil.

Melalui beberapa program inovasi diantaranya membangun tiga Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersumber swadaya masyarakat dan menggandeng beberapa pihak, membawa ibu satu anak itu maju mewakili Kabupaten Gunungkidul dalam seleksi Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) prestasi tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Adapun RTLH yang dibangun meliputi rumah milik Mijan dan Sebrung, keduanya warga Desa Kemiri, dan Sedih warga Desa Banjarejo. Sedangkan untuk setiap RTLH menghabiskan dana sekitar Rp 8 juta.

Selain RTLH, Erna dengan bermodalkan kemandirian baru saja membantu penyandang disabilitas membelikan sepatu terapi tanpa menggunakan dana dari Pemerintah.

"Kalau mau mengusulkan lewat pemerintah kan lama itu prosesnya. Sedangkan itu urgent sangat membutuhkan supaya postur kaki segera kembali, saya inisiatif cari dana,” ujar Erna.

Selama bertugas dan menghadapi penilaian PSKS berprestasi, Erna mengaku belum menemui kendala berarti. Sebab antar lintas jaringan baik tingkat desa maupun kecamatan saling bekerja sama dalam mengentaskan permasalahan sosial. 

"Untuk saat ini belum ada, PSKS wilayah Tanjungsari kerjasamanya kan baik antara TKSK, Tagana, PSM dengan Karangtaruna kita selalu kerjasama," imbuh warga Padukuhan Rejosari, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari itu.

Sucipto, Ketua Tim Penilai PSKS menjelaskan ada beberapa aspek yang dinilai pada kesempatan itu, termasuk penyelarasan antara pemaparan dengan kesesuaian di lapangan.

"Pertama kita nilai administrasi yang dia laksanakan, kemudian apa yang dia paparkan kita konfirmasi dengan mitra terkait," katanya.

Sucipto menggarisbawahi, kriteria juara dari beberapa Kabupaten dan Kota hampir sama. Hanya saja akan ada nilai lebih apabila didalamnya ditemukan program inovasi terkait kegiatan sosial.

Cuma yang membedakan selalu inovasi, kemampuan mereka dalam memberikan inovasi untuk mendukung program tugas pokok dan fungsinya sejauh mana, tuturnya.

Penilaian yang memakan waktu selama 2 jam pada hari Rabu (10/07) itu akan diumumkan hasilnya pada tanggal 20 Juli 2019 mendatang.

Kepada pemenang diberikan uang prestasi sebesar Rp 7,5 juta untuk juara I, Rp 5 juta bagi juara II, Rp 3,5 juta untuk juara III, Rp 2,5 juta untuk juara IV dan Rp 2 juta untuk juara V.