Ribuan Warga Tertipu Investasi Bodong Obat Herbal
Peristiwa

Ribuan Warga Tertipu Investasi Bodong Obat Herbal

Ceper, (gunungkidul.sorot.co)--Ribuan warga yang menjadi mitra untuk berinvestasi di bidang obat herbal dan jamu mendatangi kantor PT Krishna Alam Sejahtera di Dukuh Kiringan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Jumat (12/07/2019). Mereka menuntut agar uang modal bisa kembalikan lantaran merasa telah tertipu.

Informasi yang dihimpun, sejak pukul 10.00 WIB satu persatu mitra PT Krishna Alam Sejahtera mulai berdatangan. Sementara kondisi kantor berlantai dua itu sudah tidak ada aktivitas sama sekali. Sejumlah staff maupun pimpinan perusahaan yang bergerak dibidang investasi itu tidak ada diruangan.

"Senin itu masih ada aktivitas, sistem bayarannya itu setiap 6 hari sekali. Tapi tidak tahu kenapa sejak kemarin sudah sepi kantornya," kata salah satu warga Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Puspo nugroho (35), Jumat siang.

Puspo merupkan salah satu investor sekaligus mitra PT Krishna Alam Sejahtera. Ia mendaftar sejak pekan lalu dengan menyerahkan modal senilai Rp 16 juta. Dari modal itu, ia mendapatkan satu mesin oven yang berfungsi sebagai pengering serbuk jamu. Proses produksi jamu dilakukan dirumahnya. 

Sistem pengerjaanya, imbuh Puspo, para mitra biasanya mengambil serbuk jamu di kantor. Setelah itu serbuk jamu dibawa pulang dan dikeringkan menggunakan oven. Dalam enam hari, serbuk jamu yang sudah melalui proses pengeringan selanjutnya diserahkan ke kantor. Mereka kemudian mendapat bayaran.

"Bayarannya beda- beda. Kalau yang investasi Rp 8 juta mendapat bayaran Rp 1 juta, investasi Rp 16 juta mendapat Rp 2 juta, yang investasi Rp 24 juta mendapat Rp 3 juta. Bayaran diberikan 6 hari sekali," imbuhnya.

Namun, Puspo yang baru tiga hari memulai oven tiba- tiba mendapat kabar untuk libur sejenak. Merasa curiga dengan hal itu, ia lantas mendatangi kantor yang berada di Desa Kajen, Kamis (11/07) kemarin. Setibanya dihalaman, ternyata sudah banyak mitra lain yang juga berdatangan dengan tujuan yang sama.

Mereka datang meminta kejelasan dari PT Krisna Alam Sejahtera atas perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Namun dalam pertemuan itu justru buntu. Mereka akhirnya kembali datang pada, Jumat (12/07) siang. Disitu ribuan mitra yang merasa menjadi korban akhirnya sepakat untuk berkumpul dan melapor ke polisi.

Hal berbeda dialami oleh mitra lain, Tugiman. Ia menjelaskan perusahaan yang merupakan distributor obat herbal itu sudah berdiri di Desa Kajen sejak awal Februari 2019. Tugiman yang merasa tergiur dengan pendapatan yang diperoleh akhirnya bergabung pada akhir Februari. Ia berinvestasi Rp 16 juta.

"Kalau saya sudah sejak awal- awal itu. Dulu ikut karena memang tergiur dengan penghasilannya, maka saya jual kambing untuk modal. Awal- awal itu sebetulnya masih lancar, sudah bayaran setiap 6 hari sekali Rp 2 juta," jelasnya.

Meski sudah mendapatkan penghasilan beberapa kali, namun Tugiman tetap bingung karena saat ini harus mencari pemasukan lain. Dirinya berharap kasus ini segera selesai, setidaknya pelaku bertanggung jawab karena sudah banyak warga yang merasa tertipu. Terlebih lagi yang masih baru bergabung.

Hingga saat ini, sejumlah warga masih memilih bertahan untuk menunggu di depan kantor. Sementara warga lain mendatangi Mapolsek Ceper untuk melaporkan. Polisi yang tiba dilokasi kejadian masih berusaha menenangkan warga, sedangkan kondisi kantor yang sepi terpaksa diberi garis polisi.