Banyak Berdiri Rumah Makan, Pendapatan Pajak di Gunungkidul Naik
Pemerintahan

Banyak Berdiri Rumah Makan, Pendapatan Pajak di Gunungkidul Naik

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Bupati Gunungkidul memberi jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Gunungkidul, Senin (22/07/2019). Bertempat di gedung DPRD Gunungkidul, jawaban tersebut dibacakan oleh wakil bupati, Immawan Wahyudi.

Bupati menanggapi pemandangan umum dari fraksi-fraksi yang ada, salah satunya terhadap penurunan pendapatan pajak rumah makan. Namun setelah dicermati kembali ternyata terdapat kenaikan.

"Total pendapatan pajak restoran tidak mengalami penurunan, justru naik sebesar Rp 500 juta. Yang mengalami penurunan pada sub pendapatan pajak rumah makan. Namun setelah kami cermati kembali malah naik, semula sebesar Rp 550 juta jadi Rp 575 juta atau naik Rp 25 juta," papar Immawan, Senin siang.

Ditambahkan Immawan, kenaikan tersebut lantaran adanya tambahan 6 obyek rumah makan baru yang dapat ditangani oleh pemerintah. Selanjutnya, untuk pendapatan dari kafetaria, kantin dan warung pada Rancangan APBD Gunungkidul perubahan tahun 2019 muncul pendapatan, kini telah dihapuskan. Hal tersebut karena pendapatan ini sudah terhitung pada pendapatan pajak rumah makan. 

Immawan menjelaskan, di Gunungkidul saat ini terdapat 858 potensi wajib pajak restoran yang tersebar di sejumlah kecamatan. Ratusan usaha tersebut terdiri dari 27 unit rumah makan dan 831 warung makan.

Di Gunungkidul juga terdapat 157 potensi wajib pajak hotel yang terdiri dari 2 hotel dan 155 losmen atau penginapan.

Penurunan pajak hotel disebabkan karena potensi hanya dari beberapa hotel. Salah satunya didominasi oleh sebuah di wilayah Kecamatan Purwosari yang kebetulan masih dalam proses renovasi sehingga jumlah hunian kamar mengalami penurunan secara signifikan.