Sisir Warga Daerah Perbatasan, Sultan Diminta Buatkan Tapal Batas DIY - Jateng
Pemerintahan

Sisir Warga Daerah Perbatasan, Sultan Diminta Buatkan Tapal Batas DIY - Jateng

Semin,(gunungkidul.sorot.co)--Dalam rangka menampung aspirasi masyarakat, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X melakukan kunjungan kerja beserta rombongan ke daerah perbatasan antara Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Senin (22/07/2019).

Dalam kunjungan tersebut Kepala Desa Rejosari, Paliyo meminta kepada Sri Sultan HB X agar pemerintah membangun tapal batas dan rest area untuk mendukung perekonomian masyarakat setempat.

"Kita harap sebagai pertumbuhan ekonomi yang ditempatkan di Gapuro batas wilayah sebagai wajah masuknya DIY, kemudian di situ diberikan rest area ada berbagai fasilitas lengkap dan UMKM," kata Paliyo.

Menurut Paliyo, pembangunan tapal batas sekaligus rest area dengan dilengkapi berbagai fasilitas yang ada termasuk dalam program prioritas, mengingat jalan yang melintasi Desa Rejosari merupakan jalur Provinsi yang menghubungkan DIY dengan Jawa Tengah. 

"Itu berada di akses yang sangat bagus sekali. Dan saya yakin yang namanya jalan Provinsi ya tetap dipelihara oleh Pemerintah dan jalur yang lebih ramai lagi karena pintu masuk," jelasnya.

Paliyo menambahkan, kedepan pembangunan tapal batas dan rest area akan memanfaatkan lahan dari tanah kas Desa Rejosari seluas sekitar 3 hektar yang berada di kanan dan kiri jalan Provinsi.

Menanggapi hal itu, Sri Sultan HB X meminta program yang diusulkan oleh desa diajukan melalui proposal, untuk nantinya dapat ditindaklanjuti segera mungkin.

"Monggo saya pulang, Rejosari sampaikan proposalnya. Harapanya satu minggu atau dua minggu saya tunggu, soalnya ini sudah Agustus anggarannya mau ditutup. Kalau bisa jangan lebih dari Oktober," ujarnya.

Mengenai bantuan yang dikucurkan ke desa-desa, Sultan berharap ada kesungguhan dari pelaksana maupun pihak desa untuk tidak berhenti ditengah jalan sehingga harapan masyarakat dapat tersalurkan.

Sultan mengingatkan, setelah program yang diajukan sudah terealisasi maka selang waktu 7 Bulan akan dikunjungi kembali untuk dicek ulang apakah sesuai dengan yang diajukan melalui proposal.

"Biasanya saya kembali 6 - 7 bulan berikutnya ke tempat yang sama untuk lihat, hasilnya ada tidak," katanya.

Sultan juga menyinggung terkait kesenian yang berkembang di masyarakat. Ia berharap di bidang kesenian tidak hanya sekedar gelaran seremonial saja, tetapi didorong dengan semacam pembinaan yang berkelanjutan.

"Jangan bayar aktifitas seni ditonton terus bubar. Jangan begitu itu hanya menghabiskan uang, lebih baik melakukan pembinaan kemudian yang sudah dibina terus pentas," terangnya.

Selain mengunjungi daerah perbatasan, Sri Sultan HB X beserta rombongan menyempatkan waktu untuk meninjau hasil dan produksi UMKM warga Desa Rejosari seperti pembuatan keset, kaos batik cap daun dan minuman Sarivera.

Dilanjutkan dengan membuka dialog bertempat di Pendopo Balai Desa Rejosari yang dikuti sebagian masyarakat dan perangkat desa. Pada kesempatan itu Bank BPD DIY juga memberikan bantuan pengembangan air bersih berupa uang sejumlah Rp 30 juta yang diserahkan langsung oleh Sri Sultan HB X.