Kekeringan, Seribu KK di Purwosari Harus Disuplai Air Bersih Setiap Hari
Sosial

Kekeringan, Seribu KK di Purwosari Harus Disuplai Air Bersih Setiap Hari

Purwosari, (gunungkidul.sorot.co)--Sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK) di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari terdampak bencana kekeringan parah. Untuk menanggulangi hal tersebut pihak Kecamatan Purwosari didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul sampai-sampai saban hari harus mengedrop air bersih guna mengatasi krisis air.

Purwono, Camat Purwosari menyampaikan dari 5 desa yang ada di Kecamatan Purwosari yakni Desa Giripurwo, Giricahyo, Giritirto, Girijati dan Giriasih tidak semuanya mengalami bencana kekeringan.

Purwono mengungkapkan dari 5 desa itu, tercatat ada satu desa yaitu Giricahyo diakuinya hingga kini memang harus dilakukan drop air bersih. Bahkan desa tersebut masuk kategori desa yang terdampak krisis air paling parah akibat kemarau panjang kali ini.

Bahkan saking parahnya kekeringan yang melanda, tiap hari pihaknya harus menyuplai air bersih dengan menggunakan armada truk tangki 5-6 kali. Air bersih itu menyasar sebanyak 1.307 KK yang terdampak tersebar di 7 Padukuhan yakni Jati, Wuni, Gabug, Karangtengah, Jurug, Nglumbung dan Jambu.

"Setiap hari mobil tangki Kecamatan dan dibackup 1 mobil BPBD (Gunungkidul), dropping air ke lokasi terdampak. Dusun Jati dan Wuni mobil BPBD. Dusun Gabung, Karangtengah, Jurug, Nglumbung, dan Jambu mobil (tangki) Kecamatan. Tiap hari 5-6 kali, " ujar Purwono yang juga mantan Sekretaris Camat Purwosari itu, Senin (22/07/2019).

Purwono melanjutkan, selain desa tersebut, Desa Giripurwo di Padukuhan Jlumbang, Tlogowarak dan Kacangan juga terdampak kekeringan. Namun demikian di wilayah itu untuk sementara ini bisa diatasi oleh kelompok pengelola air setempat. Di sana lanjutnya pengelola telah memanfaatkan sumber air bersih dari dalam Goa Pego yang kemudian dialirkan dengan menggunakan jaringan pipa. 

"Kalau Desa Giripurwo ada beberapa alternatif pilihan antara lain di sana ada kelompok pengelola air Pego sudah mampu mensuplai air," tandasnya.

Sementara itu tiga desa lainnya yaitu Desa Giriasih, Giritirto dan Girijati sejauh ini tidak ada masalah. Mereka telah mampu melakukan penanganan dampak kekeringan secara mandiri. Di Desa Giritirto dengan memanfaatkan sumber air Ngeleng dan Sumur Bor Gading. Kemudian Giriasih memanfaatkan sumber air Pego dan Manggung sedang Girijati ada sejumlah sumber air yakni Mudal, Mbeji, Kali Jambu, Kali Setro, dan Kali Elo.

Purwono menambahkan, kendati di salah satu desa tersebut terdampak kekeringan sangat parah namun demikian sejauh ini pihaknya tidak sampai kewalahan menghadapinya. Sebabnya, banyak warga dari luar kecamatan turut berpartisipasi dalam upaya menanggulangi kekeringan. Misalnya baru-baru ini dari Ormas keagamaan Muhammadiyah, sekolah-sekolah SMA hingga paguyuban alumni sekolah ddari Gunungkidul dan luar Gunungkidul.