Festival Ketoprak Lima Hari Ramaikan Gedung Kesenian Wonosari
Budaya

Festival Ketoprak Lima Hari Ramaikan Gedung Kesenian Wonosari

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sebagai salah satu cara memunculkan kreatifitas seniman ketoprak, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Ketoprak tingkat Kabupaten Gunungkidul di Gedung Kesenian Wonosari, Selasa (23/07/2019) malam.

Berbagai persyaratan secara umum dibuat begitu ketat guna memantik kreatifitas seniman ketoprak di Gunungkidul. Seperti tuntutan setiap grup ketoprak diwajibkan menggunakan naskah asli karya penulis masing-masing kecamatan dengan mengambil dari refrensi yang ada.

Untuk mewujudkan itu, jauh sebelum pelaksanaan festival ketoprak dimulai Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul sudah membekali setiap delegasi kecamatan dengan memberikan pelatihan berupa workshop penulisan naskah cerita.

Purnawan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Festival Ketoprak Tingkat Kabupaten Gunungkidul menuturkan dengan diadakannya kegiatan workshop dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada penulis naskah agar cerita dalam dunia kesenian ketoprak lebih berwarna.

"Kalau tidak diawali dengan ini, takutnya nanti ceritanya cuma itu aja juga pelestarian tidak berjalan baik kalau tidak ada yang nulis naskah," ujarnya.

Dalam menjaring pemain ketoprak muda dan potensial juga mensyaratkan para pemain diwajibkan berusia dibawah 45 tahun terhitung sampai Juli 2019 dengan melampirkan bukti diri. 

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 22 - 27 Juli 2019 tersebut diikuti satu grup ketoprak dari masing-masing delegasi kecamatan, sedangkan untuk satu grup sendiri terdiri 54 orang yang terlibat didalamnya.

Ketua Dewan Juri, Purwatmadi mengatakan tantangan yang perlu dihadapi seni ketoprak saat ini berada pada penguasaan bahasa baik pembendaharaan kata maupun pengucapan.

"Ketoprak sekarang sulit bermain tanpa naskah. Jadi kalau diminta naik panggung tanpa naskah bisa macet karena penguasaan bahasa kurang jadi regenerasi hambatannya di situ," jelasnya.

Lebih lanjut Purwatmadi menjelaskan festival ketoprak diharapkan tidak hanya perebutan juara tetapi dapat dimanfaatkan menjadi media masyarakat untuk berekspresi dan menyatakan aspirasinya.

"Sebenarnya ini bagian dari cara untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menuangkan pikiran, perasaan dan pendapatnya," tuturnya.

Sebagai apresiasi terhadap unsur yang terlibat didalamnya, penghargaan kejuaraan tidak hanya mengambil penyaji terbaik saja, melainkan akan dipilih sutradara terbaik, peran utama pria maupun wanita terbaik, peran pembantu terbaik, penata iringan, penata rias busana dan pengeprak terbaik.