Mampu Secara Mental dan Ekonomi, 616 Penerima Bantuan di Gunungkidul Pilih Mundur
Sosial

Mampu Secara Mental dan Ekonomi, 616 Penerima Bantuan di Gunungkidul Pilih Mundur

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Merasa mampu secara mental dan ekonomi, sebanyak 616 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Gunungkidul mundur dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH).

Herjun Pangaribowo, Koordinator PKH Kabupaten Gunungkidul menyebutkan, dari sekian banyak jumlah itu, pengunduran kepersertaan PKH dimulai sejak tahun 2010 hingga per tanggal 6 Agustus 2019.

"Mulai tahun 2018 memang di Gunungkidul sendiri kerja temen di lapangan sudah maksimal dalam arti bisa dilihat progres yang mengundurkan diri sudah banyak," jelas Herjun, Rabu (07/08/2019).


Herjun menerangkan, mekanisme bagi KPM PKH yang akan mengundurkan diri cukup mudah yakni hanya membuat surat pernyataan yang nantinya akan ditindak lanjuti pendamping PKH setiap kecamatan. 

Proses selanjutnya disinkronisasi melalui sistem Basis Data Terpadu (BDT) SIKS-NG milik Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Bahkan belum lama ini, hal yang dapat menginspirasi KPM PKH lain dilakukan warga Kecamatan Gedangsari. Sebanyak 35 warga dari 7 Desa kompak menyatakan untuk graduasi mandiri sejahtera atau kata lain mereka sudah dapat lepas dari bantuan pemerintah. Untuk saat ini di Gunungkidul tercatat masih terdapat sebanyak 57.912 penerima manfaat PKH.

Adapun data pengunduran diri kepesertaan PKH se-Kabupaten Gunungkidul terdiri dari Kecamatan Gedangsari 42 orang, Kecamatan Girisubo 8 orang, Kecamatan Karangmojo 63 orang, Kecamatan Ngawen 69, dan Kecamatan Nglipar 17 orang.

Selain itu ada pula dari Kecamatan Paliyan 54 orang, Kecamatan Panggang 28 orang, Kecamatan Patuk 1 orang, Kecamatan Playen 36 orang, Kecamatan Ponjong 38 orang, Kecamatan Purwosari 11 orang, Kecamatan Rongkop 3 orang, Kecamatan Saptosari 31 orang, Kecamatan Semanu 17 orang, Kecamatan Semin 65 orang, Kecamatan Tanjungsari 23 orang, Kecamatan Tepus 55 orang, dan Kecamatan Wonosari 55 orang.

Sementara itu, Siwi Iriyanti, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul menyambut baik niat tulus yang dilakukan KPM PKH yang mengundurkan diri. Sebab hal itu berarti bantuan yang sedianya diterima dapat diberikan kepada yang lebih berhak.

"Kami senang bahwa masyarakat sekarang sudah mulai sadar," tutur Siwi.

Menurut Siwi, KPM PKH yang mengundurkan diri termasuk kriteria orang pandai bersyukur. Karena persoalan klasik yang terjadi di lapangan masih ditemui keluarga penerima manfaat dilihat secara perekonomian mampu, tetapi masih mau menerima bantuan.