Gagal Panen, Petani Brambang Bulak Kedung Celeng Gigit Jari
Ekonomi

Gagal Panen, Petani Brambang Bulak Kedung Celeng Gigit Jari

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sejumlah petani bawang merah atau brambang di Bulak Kedung Celeng, Padukuhan Karanggumuk II, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari hanya bisa gigit jari. Sebab petani yang tergabung dalam wadah Kelompok Tani Ngudi Sari itu bernasib sial lantaran gagal panen raya.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Sari, Sarnodi mengungkapkan, sebagian besar petani yang menanam bawang merah di Bulak Kedung Celeng gagal panen diduga karena serangan hama. Serangan tersebut dipicu karena masa tanam yang tidak bersamaan.

Yang gagal itu punya Sugiran, Wasgiyo, Sugimin, Bejo, Arjo, dan Saring Santoso. Mereka rugi jutaan karena brambang banyak yang busuk sebelum dipanen,” kata Sarnodi, Minggu (11/08/2019).

Akibat diserang hama, para petani akhirnya memilih mencabuti tanaman brambang lantaran kondisinya tidak layak jual. 

Munculnya hama itu disinyalir karena dalam satu kawasan ladang ada sebagian petani yang ngeyel menanam brambang lebih awal. Dampaknya, kualitas tanaman brambang yang ditanam beberapa hari setelahnya menjadi tidak bagus, bahkan cenderung tidak layak jual.

Kena hama. Daunnya mengering, umbi busuk. Karena parah, pas hampir panen itu pada dicabuti. Adik saya sendiri contohnya hanya dapet uang 600 ribu. Ya itu tadi brambangnya nggak layak jual, kecil-kecil. Padahal dia nanam sekitar 40 Kg. Beli benih harganya 30 ribu/kg,” ucap Sarnodi diamini Saring Santoso.

Akibat serangan hama tersebut, para petani terpaksa merugi hingga jutaan rupiah. Mereka rugi biaya operasional untuk membeli benih brambang, pupuk, air, dan tenaga kerja.