Uang Korupsi Ternyata Dipakai untuk Pesugihan
Hukum & Kriminal

Uang Korupsi Ternyata Dipakai untuk Pesugihan

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Terpidana tunggal kasus korupsi APBDes 2017 Desa Beji, Kecamatan Ngawen, ternyata menggunakan uang negara yang dikorupsi untuk pesugihan. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Gunungkidul, M. Darojat.

"Uangnya buat pesugihan," ujar Darojat baru-baru ini.

Darojat mengatakan, terpidana korupsi yang juga Kepala Urusun Keuangan Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Sawiya, termotivasi ingin mempunyai uang banyak. Salah satu cara yang dilakukan yaitu pesugihan dengan membeli tokek. Harapannya uang yang dimiliki bisa berlipat ganda. 

"Untuk penggandaan uang. Jadi uangnya pengen digandakan, padahal uang negara yang dipakai," tambah Darojat.

Diungkapkan pula bahwa selain untuk pesugihan, uang hasil korupsi juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari hasil penyidikan, Sawiya telah melakukan korupsi dengan total kerugian negara senilai Rp 505.023.158 atau setengah miliar lebih.

Untuk diketahui, Hakim Pengadilan Tipikor PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman kepada Sawiya dengan hukuman penjara 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan.

Sawiya juga dibebankan untuk mengganti uang Rp 500.023.158 kepada negara, yang apabila tidak dibayar, maka akan diganti hukuman penjara satu tahun.

"Ditahan di Lapas Wirogunan," ucapnya.