Quartrick ! 4 Kali Dipercaya Rakyat, Ini yang Akan Diperjuangkan Mas Heri
Politik

Quartrick ! 4 Kali Dipercaya Rakyat, Ini yang Akan Diperjuangkan Mas Heri

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul terpilih hasil Pemilu serentak 2019 secara resmi dilantik. Pelantikan itu ditandai dengan pengucapan sumpah atau janji di ruang sidang paripurna Gedung DPRD Kabupaten Gunungkidul, Senin (12/8).

Salah satu yang dilantik yakni anggota dari Partai Golkar dapil 1 meliputi Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Playen, Heri Nugroho. Ia terpilih keempat kalinya sebagai anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul. Pileg tahun ini ia meraih perolehan sebanyak 4.678 suara, sedangkan Partai Golkar 43.343 suara pada kontestasi politik kemarin.

Disela pelantikan, Heri sapaan akrabnya, mengatakan program prioritas yang akan ia jalankan kedepan berfokus mengenai kesehatan masyarakat.

"Bagaimana orang sakit itu tidak menjadi tambah sakit karena masalah biaya. Artinya kita akan memperjuangkan masyarakat kita yang belum mempunyai BPJS, KIS dan sebagainya," ucap Heri.

Ia juga akan mendorong pemerintah daerah agar memfasilitasi anggaran kepada masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan ketika mengalami sakit secara tiba-tiba. 

"Walaupun dia tidak mempunyai KIS atau BPJS asal mereka ber-KTP Gunungkidul, pemerintah harus mendanai," imbuhnya, Selasa (13/08/2019).

Ia merasa sedih ketika ada kejadian di masyarakat yang ingin berobat atau periksa ke pelayanan kesehatan tidak dilayani dengan baik karena alasan tidak memiliki jaminan kesehatan.

Selain itu, menurut Heri sudah tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk enggan bersekolah, karena saat ini banyak jenis bantuan dari pemerintah menyasar di bidang pendidikan. Namun yang menjadi perhatian Heri mengenai sekolah yang membebani keluarga kurang mampu untuk membeli kebutuhan sekolah.

"Agar anak usia sekolah itu wajib sekolah, apapun alasannya. Tapi juga mereka harus butuh biaya seragam dan sebagainya. Bagaimana pemerintah ini memfasilitasi itu terutama masyarakat miskin, kan sudah ada parameternya masyarakat miskin itu seperti apa," jelasnya.

Kemudian permasalahan klasik kekeringan di Kabupaten Gunungkidul tidak luput diperhatikan Heri. PDAM sebagai perusahaan yang membidangi itu, dengan anggaran yang dimiliki dituntut memberikan solusi tepat untuk menjawab persoalan kekeringan yang melanda Gunungkidul.

"Masalah air yang sampai hari ini masih droping dengan armada, belum ada solusi yang efektif masih harus teriak-teriak untuk itu," tutur pria yang juga seniman pedalangan itu.

Mengenai potensi pariwisata dan budaya yang dimiliki, menurutnya, juga harus dikelola dengan baik. Terlebih menyambut adanya taman budaya yang menelan biaya tidak sedikit. Lalu Dana Keistimewaan yang diterima Gunungkidul seharusnya menjadi angin segar yang bisa dinikmati hingga strata paling bawah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Danais kita itu sangat besar, tahun 2020 kita masih membangun taman budaya 70 miliar. Nah 2021 anggaran banyak itu mau untuk apa. Ini Gunungkidul harus siap, saya berharap alokasi Danais bisa masuk sampai desa atau dusun," pungkasnya.