Peringatan Hari Pramuka, Refleksi Kwarcab Gunungkidul Benahi Gugus Depan
Pendidikan

Peringatan Hari Pramuka, Refleksi Kwarcab Gunungkidul Benahi Gugus Depan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Peringatan Hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2019 dimanfaatkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul untuk berkomitmen menguatkan kembali gugus depan sebagai wadah utama pembinaan kepramukaan.

Bahron Rasyid, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gunungkidul menjelaskan, membangkitkan kembali ruh kepramukaan melalui gugus depan dirasa penting. Sebab pramuka bisa jadi wadah penanaman budi pekerti luhur dan nilai nasionalisme.

Saya mengajak seluruh pengurus majelis pembimbing cabang, ranting hingga kwartir cabang dan kwartir ranting untuk kembali memperhatikan gugus depan dan satuan karya pramuka, katanya dalam acara Sarasehan, Ulang Janji dan Tirakatan Hari Pramuka ke-58, Selasa (13/08/2019).


Menurut Bahron, pengelolaan gugus depan haruslah sesuai tata kerja dan organisasi gerakan pramuka. Struktur gugus depan juga dipandang perlu untuk dibenahi dengan mengembalikan sesuai tata kelola agar terwujud pembinaan yang berkualitas. 

Ia juga menghimbau agar pengelola gugus depan dalam kawasan yang berdekatan di Kwartir Ranting yang sama untuk aktif menyelenggarakan karang pamitran pembina pramuka, karena forum dalam gerakan pramuka itu dapat memutakhirkan ilmu dan ketrampilan.

"Melalui karang pamitran pembina, kita dapat menemukan solusi pembinaan dan pengelolaan gugus depan yang kita temukan dan belum dapat teratasi," tutur Bahron.

Lanjut bahron, saat ini memang masih ditemui banyak gigus depan yang perlu mengalami pembenahan secara kelembagaan. Upaya tersebut harus dilakukan baik menggunakan pola dari bawah ke atas maupun sebaliknya.

"Berpola dari atas ke bawah berarti pengurus majelis pembimbing dan kwartir perlu menentukan formulasi mutakhir untuk menggenjot kinerja gugus depan," terangnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Tingkat Cabang mengajak untuk mengoreksi kekurangan dan kelemahan yang dihadapi kepramukaan dalam memperjuangkan peranan dan kedudukan pada kancah kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sesungguhnya perjuangan meningkatkan peranan pramuka masih panjang, keberhasilan yang telah dicapai selama ini hanyalah langkah awal," jelasnya.

Badingah juga mengajak momentum hari pramuka dapat dijadikan renungan tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum tercapai dalam kegiatan kepramukaan. Semuanya itu demi kepentingan membangun kemandirian terutama generasi muda.