GKR Hemas : Orang Muda Terjun Bertani Itu Sangat Positif
Ekonomi

GKR Hemas : Orang Muda Terjun Bertani Itu Sangat Positif

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah yang memiliki penduduk mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Sudah seharusnya berbagai pihak mempertahankan jumlah petani. Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan berlandaskan kedaulatan dan kemandirian pangan.

Untuk itu, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengajak kaum perempuan ataupun generasi muda untuk menekuni dan terjun langsung menggeluti bidang pertanian.

Dalam kunjungan reses sekaligus sosialisasi penyerapan aspirasi di Kelompok Wanita Tani (KWT) Marsudi Mulyo Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, GKR Hemas mengapresiasi langkah yang diambil KWT setempat yang beranggotakan 40 orang dalam mengambil peran mewujudkan kemandirian ketahanan pangan.

"Terus terang kami tertarik dengan KWT, karena para anggotanya mayoritas wanita muda. Orang muda terjun di dunia pertanian itu hal yang sangat positif," katanya, Rabu (14/08/2019).


GKR Hemas mengatakan positif, sebab trend yang terjadi sekitar 15 tahun silam, anak muda masih merasa gengsi menjadi petani. Banyak anak muda memilih bekerja di pabrik dari pada harus membantu orang tua bercocok tanam di sawah. 

Permasalahan lain yang dihadapi saat ini yakni ditemukannya alih fungsi lahan pertanian. Di setiap daerah khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), seiring perkembangan zaman lahan pertanian sudah semakin berkurang.

Hal tersebut mendorong Pemerintah DIY membuat Perda No. 10 Tahun 2011 tentang perlindungan lahan pangan berkelanjutan, baik berupa lahan basah maupun lahan kering dengan luasan tertentu. Untuk Kabupaten Gunungkidul sendiri ditentukan luas lahan minimal 5.505 hektar.

Menurut GKR Hemas, kehadiran KWT paling tidak dapat menghambat berkurangnya lahan pertanian. Karena program di dalamnya menuntut peran KWT dalam mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk mengoptimalkan lahan terbatas di sekitar rumah dengan menanam bahan pangan melalui berbagai media tanam.

"Coba kita perhatikan KWT Marsudi Mulyo yang sangat kreatif ini telah mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Saya berharap dapat ditiru yang lainnya," ucapnya.