Tak Ada Sosialisasi, Proyek Pembangunan Kandang Ayam Diprotes Warga
Peristiwa

Tak Ada Sosialisasi, Proyek Pembangunan Kandang Ayam Diprotes Warga

Semanu,(sorotgunungkidul.com)--Proyek pembangunan kandang ayam di Padukuhan Tonggor, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, menuai banyak polemik. Selain didemo puluhan warga dari tiga padukuhan yang meminta perbaikan jalan ke lokasi proyek, pihak perusahan juga belum melakukan sosialisasi langsung dengan aparat desa dan warga sekitar lokasi proyek.

Warga Kwangen Lor tidak ada yang tau ketika dua minggu lalu kok ada banyak kendaraan yang mengangkut material. Kendaraan itu melewati jalan kampung, dari mana dan mau kemana juga tidak tahu,” ungkap Dukuh Kwangen Lor, Purwanto, ditemui Sabtu(08/04/2017)


Purwanto mengatakan, baru akhir-akhir ini warga mengetahui ada proyek pembangunan kandang ayam di Padukuhan Tonggor yang berbatasan langsung dengan hutan. 

Itu lantaran warga mengeluh banyak kerusakan jalan akibat banyak dilewati kendaraan proyek bermuatan berat,”  kata dia.

Puwanto menambahkan, belasan perwakilan warga dari tiga padukuhan, pada Jum'at (07/04) kemarin mengadakan rapat dengan pihak perusahaan PT Langgeng Makmur Perkasa, selaku pemilik proyek. Pihak warga mengajukan draft persyaratan yang isinya meminta perbaikan jalan yang rusak akibat aktivitas di proyek tersebut.

Jalan yang sebelumnya bagus, karena proyek ini jadi jelek. Lha ini masalah siapa, warga pingin jalan mereka ya tetep bagus,” tambahnya.

Sejak ada kegiatan proyek pembangunan kandang tersebut, banyak jalan yang rusak dan berlubang, sehingga merugikan warga di Padukuhan Kwangen Lor yang menjadi pintu masuk ke lokasi proyek. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyetujui untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat kegiatan proyek.

Lebih jauh dijelaskan, dalam proyek pembangunan kandang itu terdapat satu tim berjumlah 5 orang dari Desa Pacarejo. Tim itu bertugas untuk mengurus pembebasan tanah dan melaksanakan sosialisasi ke warga sekitar proyek, namun hingga berjalannya proyek sosialisasi belum dilakukan.

Sebenarnya sudah ada tim yang bertugas untuk melakukan sosialisasi tetapi belum dilaksanakan. Padahal itu sangat penting untuk kenyamanan bersama antara warga masyarakat dan pemilik perusahaan,” jelanya.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Dukuh Tonggor, Yulianto, membenarkan jika perusahaan itu belum mengadakan sosialisasi tentang proyek yang di bangun di pedukuhan ini. Sejauh ini, kata dia, baru sebatas surat pemberitahuan dari seseorang yang mengaku ditugaskan untuk urusan pembebasan lahan.